Oleh: arimuhaimin | Agustus 3, 2010

DESKRIPSI BENTANG GEOGRAFI PULAU BALI

Pulau Bali yang sering disebut “the last paradise of the world”, terletak diantara :

  • Lintang Selatan 7o54” dan 8o03”
  • Bujur Timur 144o26” dan 115o45”

Luas pulau Bali beserta pulau Nusa Penida dn pulau-pulau kecil lainnya 5.621 km2.

Batas pulau Bali :

  1. Sebelah Utara : Laut Bali
  2. Sebelah Timur : Selat Lombok
  3. Sebelah Selatan : Samudera Hindhia
  4. Sebelah Barat : Selat Bali

Pulau Bali dapat dicapai dengan 4 pelabuhan utama,yaitu : Gilimanuk, Buleleng, Benoa, dan Padang Bai. Gilimanuk adalah pelabuhan penting untuk penghubung Jawa-Bali dengan kapal motor dan perahu-perahu kecil.

Sepanjang pulau Bali membujur gunung/pegunungan dari arah barat ke timur, hingga membagi pulau Bali menjadi 2 bagian, yaitu berupa daerah aluvial pantai utara dan daerah aluvial selatan. Secara garis besar pulau Bali berbentuk segitiga dengan lebar ditengah dan menyempit kearah barat dan timur.

Pembagian curah hujan di pulau bali dalam waktu satu tahun berdasarkan angka-angka hujan dari Berlage dan penyesuaiannya oleh I Made Sandy yang menunjukkan bahwa :

  1. Seluruh pantai pulau Bali curah hujan rata-rata tahunannya kurang dari 1.500 mm. Makin jauh dari pantai jumlah curah hujan makin bertambah. Curah hujan tertinggi terdapat di sekitar danau-danau di tengah-tengah pulau Bali dan di lereng sebelah selatan gunung Batur.
  2. Daerah kering terdapat di sekitar Kintamani dan pegunungan di tengah-tengah yang disebabkan terletak didaerah bayangan hujan.
  3. Hampir sebagian besar daerah pulau Bali yang terletak diatas 100 m dari permukaan air laut, mendapat hujan rata-rata lebih dari 2.000 mm setahun.
  4. Perbedaan dari musim kemusim nampak lebih jelas, kalau misalnya dibandingkan dengan daerah Jawa barat.

Arah aliran sungai umumnya ke selatan atau ke utara dengan batas pemisah aliran airnya membujur arah barat-timur sejalan dengan penyebaran-penyebaran pegunungan/gunung air yang berjajar arah barat-timur pula. Sungai yang mengalir ke selatan bersifat permanen dan yang ke utara bersifat intermitten dan ephemeral. Empat danau kaldera terbesar yang terdapat didaerah ini, yaitu ; danau Batur (47 juta m3), danau Bratan (27 juta m3), danau Buyan (31 juta m3) dan danau Tablingan (9 juta m3).

Berdasarkan fisiografinya, pulau bali di bagi dalam 5 bagian, yaitu :

  1. Daerah batugamping barat
  2. Daerah endapan alluvial selatan
  3. Daerah batu gamping selatan
  4. Daerah vulkanik muda
    • Bagian sebelah barat
    • Bagian sebelah selatan
    • Daerah gunung Serayu
    • Lembah Karangasem
    • Daerah bukit Sidedemen
  5. Daerah aluvial pantai utara

Pembagian Zone Pulau Bali

a. Zone Selatan

Geologi

Daerah selatan Bali sebagian besar tersusun oleh endapan lahar gunung api yang berumur kwarter, seperti gunung Bratan dan Buyan. Selainitu ada beberapa tempat seperti di Tanah Lot batuannya tersusun oleh breksi, lanau dan batu pasir yang juga merupakan laharik. Pada batu gamping selatan seluruhnya terdiri dari batu gamping kwarter.

Geomorfologi

Geomorfologi zone selatan Bali terdiri dari batu gamping yang merupakan plato-plato yang terbentuk karena pengangkatan dan dataran aluvial pantai yang banyak terdapat di sekitar Nusa Dua maupun daerah yang terdapat dekat muara-muara sungai. Pada pantai selatan yang berbatu gamping banyak terbentuk cliff dan terjadi abrasi membentuk lereng yang sangat curam. Perbukitan kapur banyak terdapat singkapan batuan gamping terumbu karang yang mengandung fosil dari formasi palasari. Pantai bertebing terjal, yang terjadi karena abrasi laut yang sangat kuat sedang batuan induknya breksi vulkanik. Beting gisik dan sand dunes yang terdapat di pantai selatan Bali.

Hidrologi

Banyak terdapat rembesan melalui bidang kekar dan muncul menjadi mata air. Karakteristik lembah sungai di daerah barat berbentuk U yang dangkal dan daerah Bali bagian timur berbentuk V dengan lembah sungai yang sempit dan dalam. Hal ini disebabkan beberapa fakor, diantaranya perbedaan material yang terangkut, litologi daerah yang dilalui, kemiringan lereng dan debit. Irigasi kurang baik, untuk pengolahan sawah selain air hujan juga dari rembesan-rembesan air yang keluar melalui kekar-kekar. Batuannya impermeable dan sistem pengairan subak.

Iklim

Berdasarkan klasifikasi iklim menurut koppen zone selatan Bali memiliki tipe iklim aw dengan ciri-ciri bulan terdingin rata-rata lebih besar dari 18o C dalam satu bulan curah hujan kurang dari 60 mm.

Kedaan tanah

Jenis tanah yang terdapat pada zone selatan Bali adalah

  • · Aluvial berasal dari endapan laut
  • · Terra rosa (mediteran)
  • · Regosol dari bahan induk pasir antai
  • · Letosol dari bahan induk breksi aliran lava, bahan erupsi gunung api tua Bratan dan Buyan.

Penggunaan Lahan

Persawahan dengan irigasi yang teratur pada daerah endapan alluvial dengan sistem subak. Penggunaan lahan lain tegalan, perumahan dan tambak di pantai timur dari pantai selatan Bali serta wisata.

Kependudukan.

Banyak terdapat tempat peribadatan agama hindu, seperti pura Ulu Watu, Tanah Lot dan Rambut Siwi. Aktifitas penduduk terutama pertanian, berdagang, pengrajin dan jasa wisata.

b. Zone Tengah

Geologi

Daerah zone tengah berupa komplek gunung api yang merupakan kelanjutan komplek gunung api muda zone selatan (van Bemmelen,1948). Pada zone tengah terdapat sejumlah kerucut gunung api yang terletak pada suatu deretan dengan arah barat daya-timur laut. Batuan terdiri dari batuan vulkanik yang berasal dari gunung api. Di daerah danau Batur batuannya berumur kwarter, juga terdapat singkapan batuan tua yang berasal dari gunung api Buyan dan Bratan purba. Batuan gunung api ini terdiri dari lava flow, andesit dan breksi.

Geomorfologi

Daerah tengah termasuk vulkanik muda yang terdiri dari gunung Agung, gunung Batur, gunung Lessung, dan gunung Bratan. Berlereng curam dan banyak kenampakan danau tektonik seperti danau Batur, Kintamani dan Bedugul.

Hidrologi

Pada zone tengah terutama pada daerah Tampak Siring banyak terdapat mata air yang cukup karena keberadaan endapan material. Jenis mata air disini adalah fissure dan depression yaitu mata air yang masing-masing terjadi karena adanya perpotongan lapisan air tanah oleh lembah. Terdapat danau seperti danau Bratan, danau Batur dan danau Bedugul.

Iklim

Menurut klasifikasi iklim Koppen daerah zone tengah termasuk tipe iklim Am, dengan ciri tropis basah dimana jumlah curah hujan bulan basah dapat mengimbangi kekurangan hujan pada bulan kering.

Keadaan tanah

  • · Andosol coklat kelabu
  • · Latosol

Penggunaan Lahan

Beberapa macam penggunaan lahan yang antara lain adalah: permukiman penduduk, sawah, kebun, hutan dan peternakan.

Kependudukan

Aktifitas penduduk selain pertanian adalah sebagai pengrajin, pedagang dan jasa (wisata)

c. Zone Utara

Geologi

Pada daerah pantai utara batuannya berasal dari endapan lahar gunung api Buyan dan Bratan yang berumur kwarter disebelah selatan adalah perbukitan dari formasi Asah dengan batuan breksi dan lava berumur Pliosen. Ada pula beberapa endapan aluvium yang berumur kwarter seperti di Pulaki. Disebelah barat terdapat formasi Prapat Agung yang berisi batu gamping utara, formasi ini bertemu dengan formasi palasari yang terdiri dari batu gamping terumbu.

Geomorfologi

Geomorfologi utara Bali berupa aluvial pantai dengan kemirinagan antara 0 – 2% dengan arah utara selatan. Di bagian selatan terdiri atas perbukitan dengan ketinggian antara 100-500 meter dengan kemiringan lereng 2-15%. Di daerah Pulaki terdapat patahan arah timur barat yang telah berisi material aluvium. Ada juga perbukitan kapur dengan ketinggian 0-500 meter dan kemiringan 15-40%. Bukit-bukit rendah terdiri dari batuan umur tersier yang berlipat, sering batuan tersier yang sudah tertutup oleh endapan vulkanik muda tersingkap.

Hidrologi

Pada zone utara air menjadi masalah cukup serius, karena curah hujan yang kecil sekali dibandingkan dengan zone selatan. Sungai-sungai di zone utara umumnya kering dimusim kemarau sedangkan di musim hujan sering terjadi banjir. Di daerah sepanjang jalur dari Seririt-gerakgak, meskipun merupakan daerah bayangan hujan tetapi air tanahnya cukup dangkal yang memungkinkan adanya rembesan diantara 2 formasi batuan.

Iklan
Oleh: arimuhaimin | Juni 11, 2010

TAMAN NASIONAL HUTAN BALURAN

A. GEOLOGI

Zone tengah terdiri atas bahan vulkanik dan alluvium berumur pleistosen hingga holosen tersusun dari bahan gunung api piroklastis, lahar, lava, abu gunung api, endapan gunung api.

B. GEOMORFOLOGI

Zone tengah meliputi jalur vulkanik. Pada zone tengah cekungan luas dapat terjadi karena adanya gerakan tektonik atau erupsi vulkanik masal yang membendung suatu lembahan.

C. IKLIM

Berdasarkan klasifikasi ipe iklim menurut Koppen daerah zona tengah jawa memiliki tipe iklim A (hujan tropic). Temperatur terdingin lebih dari 18o C.

D. JENIS TANAH

  1. Regosol dan kambisol, terutama pada lereng kaki hingga dataran fluvio gunung api kompleks Ijen dan raung.
  2. Aluvial dan regosol pasir pantai, terdapat dibagian daerah dataran alluvial pantai.
  3. Mediteran dan litosol, terutama di perbukitan denudasional bagian lereng bawah hingga dataran kaki gunung api tua kompleks Ien dan gunung api di Baluran.

Baluran adalah gunung api kwarter tua, salah satu kenampakan di lereng barat barat daya gunung api baluran, adalah medan lava (lava field) dari andesit basaltis. Batuan tersebut banyak mengandung lubang-lubang, tepat keluarnya gas sewaktu terjadi pendinginan. Topografi medan lava tersebut pada umumnya bergumuk hingga berbukit.

Baluran masih termasuk daerah terkering atau masih memiliki musim kemarau panjang di Jawa. Penutup lahan disini terdiri atas rumput alang-alang dengan diselingi semak dan pepohonan Kaliandra dan Akasia, yang di manfaatkan untuk daerah suaka alam, terutama melindungi kelestarian hewan, yakni banteng liar dan kerbau liar. Di bagian selatan dari pegunungan Baluran dengan tipe iklim Am, ditumbuhi pohon Jati sebagai penyusun hutan yang masih muda dan tampak subur. Dari daerah ini kearah Ketapang, merupakan dataran pantai timur, dengan penggunaan lahan pertanian lahan kering. Tanaman kelapa yang diusahakan secara baik diperkebunan daerah itu tampaknya tidak memberi produksi yang memadai, dimana banyak pohon kelapa yang tidak berubah.

A. GEOMORFOLOGI

Zone tengah meliputi jalur vulkanik. Pada zone tengah cekungan luas dapat terjadi karena adanya gerakan tektonik atau erupsi vulkanik masal yang membendung suatu lembahan.

Kategori